Minggu, 09 April 2017

Defenis Dan Tanda-Tanda Anemia Hemolitik Autoimun Dan Perbedaannya Dengan Aplastik

Perbedaan Antara Anemia Aplastik dan Anemia Hemolitik

Untuk mengetahui lebih jeli akan anemia yang terasa, alangkah baiknya anda menyimak tentang Defenis Dan Tanda-Tanda Anemia Hemolitik Autoimun Dan Perbedaannya Dengan Aplastik agar anda penanganannya lebih tepat karena anemia ini terbagi dengan beberapa bagian yang tanda-tandanya agak sedikit berbeda. Dan bila anda mendapati keluhan-keluhan yang merujuk pada penyakit anemia alangkah bauiknya anda berkonsultasi dengan dokter agar supaya dapat penanganan yang lebih tepat agar tubuh anda tetap berada dalam kondisi yang SEHAT dan andapun akan merasakan kenyamanan dalam beraktifitas sehari-hari.

Lihat juga;
Gejala Dan Tanda Serta Obat Masuk Angin Anak Bayi Secara Alami
 Tanda-Tanda Dan Obat Masuk Angin Duduk Alami Dan Tradisional

Dalam darah mengandung sel-sel darah merah, yang terdiri dari suatu protein kaya akan zat besi yang disebut dengan hemoglobin. Fungsi Hemoglobin sendiri ialah untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan mengeluarkan karbondioksida dari sel-sel tubuh.
Pada anemia, terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang menyebabkan penurunan jumlah hemoglobin. Sumsum tulang merupakan suatu jaringan yang terdapat di dalam tulang, yang berfungsi untuk menghasilkan sel sel darah putih, darah merah, dan juga trombosit.

Apa Itu Anemia Aplastik dan Apa Itu Anemia Hemolitik?

Anemia aplastik terjadinya suatu keadaan di mana sumsum tulang mengalami kerusakan dan menyebabkan gangguan pembentukan sel-sel darah. Pada keadaan ini, sumsum tulang berhenti memproduksi sel-sel darah.
Anemia hemolitik terjadinya suatu keadaan di mana terjadi penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Penghancuran sel darah merah ini terjadi lebih cepat dari 120 hari (waktu normalnya hidup sel darah merah). Proses penghancuran sel darah merah ini disebut dengan hemolisis.
Pada anemia aplastik terjadi penurunan jumlah seluruh sel-sel darah, sel darah putih, baik sel darah merah, maupun trombosit.
Sedangkan pada anemia hemolitik, hanya terjadi penurunan jumlah sel darah merah.



Apa Penyebabnya?

Anemia aplastik sendiri dapat disebabkan oleh:
• Paparan terhadap kemoterapi maupun radioterapi yang merupakan terapi kanker
• Berbagai zat kimia seperti insektisida maupun benzene
• Penggunaan obat-obatan tertentu seperti kloramfenikol atau antibiotika
• Infeksi seperti hepatitis atau infeksi parvovirus
Anemia hemolitik terjadi akibat adanya kelainan genetika pada membran sel-sel darah merah atau kelainan hemoglobin atau kelainan enzim yang berfungsi untuk mengatur sel darah merah. Anemia hemolitik dapat terjadi pada talasemia dan defisiensi enzim G6PD (glucose 6-phosphate dehydrogenase). Pada talasemia, terjadi kelainan pada sel darah merah dan hemoglobin. Sel darah merah ini lebih rapuh dan mudah pecah.
Anemia hemolitik juga dapat disebabkan oleh autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh anda yang sendiri yang menyerang sel-sel darah merah anda sehingga sel darah merah ini pecah. Reaksi autoimun ini dipicu oleh paparan terhadap zat-zat kimia, penggunaan obat-obatan (penisilin atau quinin), dan limpa yang berfungsi secara berlebihan.


LIhat juga;
Penyebab Masuk Angin Terus Menerus Dan Sering Dan Solusinya

Gejala;

Pada anemia hemolitik, penderita dapat mengalami jaundice, yaitu kulit atau bagian putih mata air kemih berwarna gelap, berwarna kekuningan, pembesaran limpa dan hati. Jaundice terjadi akibat adanya pigmen kuning (bilirubin) yang dikeluarkan akibat penghancuran sel darah merah.

Pengobatan;

Solusi untuk pengobatan anemia aplastik terdiri dari transfusi darah, pemberian antibiotika untuk mengendalikan infeksi, dan obat imunosupresan untuk menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak sumsum tulang. Transplantasi sumsum tulang dapat dilakukan bila penderita masih berusia yang relatif muda.
Pengobatan anemia hemolitik tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh kelainan herediter, maka dilakukan transfusi darah dan pemberian suplemen asam folat. Jika disebabkan oleh gangguan autoimun, maka diberikan obat kortikosteroid. Pada keadaan berat, mungkin akan dilakukan pengangkatan limpa.


TERIMA KASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT.
SALAM KAMI;www.seh4t.com




Previous Post
Next Post