Rabu, 12 April 2017

Penyebab Dan Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak Bayi Serta Akibatnya

Buah hati anda sering mengalami perut kembung.? Sang ibu terkadang suka panik tatkala buah hati mengalami perut kembung. Karena perut kembung pada bayi menimbulkan efek tidak nyaman pada sang bayi sehingga dia menjadi rewel dan sering menangis. Sebenarnya kembung pada bayi usia 3 sampai 4 bulan adalah hal yang wajar dan bukanlah hal yang sulit untuk diatasi, penyebab utama memang saluran pencernaannya belum berfungsi sempurna. Seiring bertambahnya usia, sang bayi juga akan sering mengalami perut kembung karena mulai mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya.

Pada kesempatan ini kami akan menjabarkan Penyebab Dan Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak Bayi Serta Akibatnya dan sangat penting diketahui oleh kedua orang tua agar kita bisa menjadi dokter pertama bagi sang buah hati dan juga mudah -mudahan dengan sedikit wawasan, saat kita mengalami hal ini kita tidak panik tapi bahkan kita bisa sampai mengatasinya.

Lihat Juga;
Pertolongan Pertama Dan Obat Angin Duduk Di Apotik Yang Ampuh
Resep Obat Penambah Darah Untuk Ibu Hamil Yang Alami Dan Aman

Perut Kembung Pada Bayi

1. Akibat sistem pencernaan pada bayi belum sempurna, sehingga rentan bermasalah

Buah hati kita semenjak dilahirkan memang telah memiliki sistem pencernaan yang lengkap mulai dari mulut hingga anus. Namun sebagian besar organ-organ tersebut masih belum mencapai kemampuan optimalnya. Terlebih bagi bayi yang mulai diberi makanan pendamping asi, maka pemberian makanan dan minuman dalam jumlah besar sekaligus akan membuat sistem pencernaan bayi kewalahan untuk mendorong pergerakan makanan, gas, serta produk sisa makanan mereka.

2. Sensitif dengan makanan tertentu

Untuk bayi anda yang sudah mulai diberikan makanan pendamping, maka berhati-hatilah dalam memilih makanan anda harus mencari makanan yang cocok bagi buah hati anda. Karena banyak makanan yang sebenarnya memiliki kandungan gizi baik namun ternyata dapat menyebabkan kembung seperti kembang kubis, kol, kacang-kacangan, asparagus, kentang dan brokoli.

Selain makanan tersebut, di bawah ini beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari;
  • Makanan yang diolah dengan cara digoreng atau berminyak
  • Camilan yang memiliki kandungan tepung tinggi, termasuk roti dan biscuit
  • Makanan yang mengandung banyak garam atau sodium

3. Tidak cocok dengan susu formula
Banyak terjadi bayi yang mengalami masalah pencernaan akibat tidak cocok dengan susu formula tertentu, salah satunya yakni ditandai dengan perut kembung. Hal ini disebabkan adanya intoleransi laktosa pada beberapa bayi baik karena produksi enzim laktase yang belum sempurna atau memang tidak bisa memproduksinya. Sehingga laktosa tidak tercerna dengan baik.

4. Menangis yang berlebihan

Ketika bayi menangis berlebihan, secara tidak sengaja bayi cenderung menelan banyak udara ke saluran pencernaannya. Dengan demikian, hal ini juga seringkali membuat bayi kembung.

5. Penggunaan kipas angin yang kurang bijak

Saat cuaca panas, biasanya bayi akan menangis karena merasa gerah dan tidak nyaman. Sehingga seringkali ibunya segera menyalakan kipas angin agar bayi tidak lagi rewel. Namun akibatnya, seringkali hal ini menyebabkan bayi mereka masuk angin yang salah satunya ditandai dengan gejala perut kembung.

6. Teknik menyusui yang salah

Menyusui merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan antara Ibu dan bayinya, terlebih bagi bayi muda yang belum mendapatkan makanan pendamping asi. Sehingga, tidak jarang Kesalahan-kesalahan yang tidak disadari selama menyusui dapat mengakibatkan kembung pada bayi. Seperti posisi mulut bayi terhadap puting susu Ibu yang kurang tepat sehingga udara ikut masuk ke dalam, tidak menyusui saat bayi lapar sehingga udara masuk, kepala bayi terlalu rendah dan sebagainya.

7. Waktu penggunaan Popok yang terlalu lama
Popok yang sudah penuh dan tidak segera diganti akan mengakibatkan kelembapan meningkat, sehingga angin mudah masuk ke tubuh bayi.

8. Bepergian jauh

Disaat bepergian jauh, seringkali bayi terlihat baik-baik saja, namun kemudian tiba-tiba muntah karena masuk angin. Hal ini karena mereka belum bisa mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Tidak jarang juga, awalnya bayi rewel karena merasa gerah sehingga si Ibu melepas jaket atau pakain panjangnya, dan pada akhirnya malah kembung karena masuk angin.

9. Terlalu lama bermain di lantai tanpa alas
Pada bayi yang mulai mahir merangkak atau berjalan, secara otomatis ia akan lebih sering bermain di lantai. Bahkan meski sudah diberi tikar atau alas, bayi akan berpindah-pindah ke bagian lantai lainnya. Hal ini tentu saja membuat mereka rentan masuk angin.

10. Terlalu lama bermain air

Biasanya bayi sangat suka bermain air. Terlebih pada bayi yang mulai bisa begerak aktif seperti merangkak, duduk dsb. Bahkan mereka seringkali menangis jika aktifitas bermain airnya dihentikan. Hal ini tentu saja membuat orang tua yang tidak tega akan membiarkannya. Sehingga pada akhirnya akan masuk angin.

Baca Juga Tentang;
.ALERGI
.TEKANAN DARAH TINGGI

Hal-hal yang mengakibatkan Perut Kembung Pada Bayi


1. Menyusui dengan teknik yang benar

Pastikan Anda menyusui dengan baik dan benar. Perhatikan saat-saat bayi merasa lapar, kenali ciri-cirinya sehingga anda tidak akan membiarkan bayi merasa lapar terlalu lama.
Selain itu, perhatikann juga posisi menyusui, usahakan agar kepala bayi lebih tinggi dari perutnya sehingga susu dapat segera turun ke bawah dan udara diatasnya bisa dikeluarkan dengan bersendawa.
Mulut bayi benar-benar melingkupi seluruh bagian puting susu, sehingga udara luar tidak bisa masuk.

2. Perhatikan juga ketika bayi minum melalui botol

Teknik minum susu melalui botol tidak jauh berbeda dengan teknik ketika bayi meminum asi Ibunya. Hanya saja, ada beberapa hal yang juga harus Anda perhatikan;

Dot harus berada tepat di atas mulut bayi dengan posisi agak ke atas. Langkah ini akan mencegah adanya gelembung udara di dalam dot, yang kemungkinan besar dapat terjadi dan dengan mudah tertelan dan jangan melubangi dot dengan lubang yang terlalu besar.

3. Perhatikan kecocokan bayi dengan susu formula

Waspadai apakah bayi anda termasuk mereka yang intoleransi laktosa. Jika setelah minum susu bayi selalu kembung atau diare, sebaiknya jangan memberikan susu formula tersebut terlebih dahulu, dan dapat dicoba kembali ketika umur bayi semakin bertambah.

4. Menghindari pemakaian kipas angin jika tidak benar-benar diperlukan

Jika udara tidak benar-benar panas, maka akan lebih baik jika mengipasi bayi menggunakan kipas tangan atau kertas. Karena selain mudah menjadikan bayi kembung, kipas angin yang berlebihan juga dapat menimbulkan masalah pernafasan pada bayi dan bila pemakaian kipas angin diharuskan atur intonasi kipas serendah mungkin.

5. Jauhi makan-makanan yang dapat memicu kembung

Seperti pembahasan sebelumnya, sebaiknya anda menghindari makanan-makanan tersebut atau tidak memberikan dalam jumlah banyak dan frekuensi sering. Jika perlu konsultasikan dengan dokter mengenai makanan apa yang sebaiknya diberikan.

"Tips untuk ibu dalam menghindari perut kembung pada bayi"; 

  1. Segera mengganti pampers setelah dirasa sudah penuh
  2. Biasakan bayi Anda memakai pakaian panjang pada malam hari
  3. Memakai minyak telon setiap kali habis mandi
  4. Tidak membiarkan bayi terlalu lama bermain di lantai


Baca Juga;
Obat Alergi Kulit Gatal-Gatal Dengan Herbal Alami Dan Taradisional

Cara Sederhana Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi


1. Kompreskan kain atau handuk yang telah direndam air hangat di atas perut bayi.

Cara ini cukup efektif untuk mengusir udara yang berada dalam perut bayi. Bisa juga dilakukan dengan membungkus botol yang telah diisi air hangat dengan kain atau handuk.

2. Mengajak bayi bergerak aktif

Dengan mengajaknya bermain, bayi akan lupa dengan rasa tidak nyaman karena perut kembungnya. Selain itu, saat ia bergerak aktif, udara akan mudah terdorong keluar baik melalui bersendawa maupun lubang anginnya.

3. Pijat dengan lembut perut bayi

Pemijatan dilakukan dengan perlahan dari perut bagian atas menuju ke arah usus besar. Cara ini akan membantu gas yang berada di dalam saluran pencernaan terdorong keluar menuju lubang angin.

4. Tengkurapkan bayi

Jika bayi sudah mampu tengkurap, maka anda bisa mencoba cara satu ini. Tengkurapkan bayi beberapa saat agar udara yang berada di dalam perutnya menuju bagian yang lebih tinggi dan keluar melalui lubang angin.

5. Buat bayi bersendawa

Cara ini dapat anda lakukan dengan dua cara;
  1. -Gendonglah bayi dengan posisi tengkurap di dada dan bahu Anda. Kemudian tepuk punggung bayi perlahan. Ulangi hingga bayi bersendawa.
  2. -Baringkan bayi dengan posisi telentang lalu dudukkan dengan hati-hati. Langkah ini merangsang udara yang berada di bagian perut bawah agar naik ke atas sehingga bayi bisa bersendawa.

6. Mandi air hangat

Meski terkesan sepele, namun mandi dengan air hangat ternyata dapat dipraktikkan untuk mengatasi perut kembung bayi, dengan catatan jangan dilakukan pada malam hari. Adapaun setelah mandi, jangan lupa juga untuk mengenakan pakaian panjang dan mengoleskan minyak kayu putih agar bayi merasa hangat

7. Memberikan susu formula khusus

Jika bayi Anda tidak mengalami masalah dalam mencerna laktosa, maka gejala kembung karena suatu hal dapat juga Anda atasi dengan memberikan susu khusus yang memang diformulasikan untuk mengobati perut kembung.

8. Segeralah periksakan ke dokter jika cara-cara tersebut tidak juga mengurangi gejala kembung pada bayi anda.

Menjadi seorang Ibu adalah masa-masa yang sangat membahagiakan bagi seorang wanita dalam hidupnya terlebih lagi saat dibarengi dengan terjalin keharmonisan dalam rumahtangga apalagi bila dikaruniai bayi yang sehat dan menggemaskan. Agar masa-masa pertumbuhan awal bayi tersebut dapat berjalan maksimal, maka tentu saja banyak persiapan serta pengetahuan mengenai pola asuh tepat yang harus dipahami oleh setiap Ibu. Dan tidak kalah pentingnya bagi kaum adam agar ikut berpro aktif membantu sang ibu untuk bersama-sama merawat dan menjaga sang buah hati.


SEMOGA BERMANFAAT & TERIMA KASIH 
Previous Post
Next Post