Selasa, 11 April 2017

Ciri Ciri Dan Makanan Untuk Tensi Rendah Saat Hamil Yang Baik

tensi-rendah

Sakit kepala adalah suatu gejala penyakit yang banyak terjadi dan bisa dialami siapapun. Penyakit yang sering menyebabkan pusing adalah hipotensi (tekanan darah rendah), dan anemia atau kekurangan darah. Jika gejala ini telah dirasakan, sebaiknya kita mengkonsumsi makanan penambah darah super cepat yang dapat membantu pemulihan darah kita.

Ciri Ciri Dan Makanan Untuk Tensi Rendah Saat Hamil Yang Baik

Biasanya pada penyakit yang terkait dengan darah dalam tubuh akan diikuti dengan gejala lain seperti letih, lesu, dan lemah. Cara untuk mengatasi persoalan terkait dengan pusing karena kekurangan darah adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat menaikkan haemoglobin dalam darah
Lihat juga ini :Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami Dan Cepat
Ciri dan penyebab darah rendah pada ibu hamil

Ibu hamil yang mengalami hipotensi atau darah rendah biasanya mengalami gejala seperti rasa pusing, depresi, lemas, mual hingga muntah. Pada umumnya penyebab dari hipotensi pada ibu hamil yakni karena terlepasnya beberapa hormon tertentu yang menyebabkan pembuluh darah melebar. Selain itu, sistem sirkulasi darah juga mengalami pelebaran selama masa kehamilan. Penyebab lain terjadinya hipotensi atau darah rendah pada ibu hamil yakni karena kurangnya asupan mineral yang masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan timbulnya gejala dehidrasi. Untuk mengetahui lebih detail mengenai penyebab ibu hamil darah rendah, berikut penjabarannya :

1. Adanya Pembesaran Rahim pada Ibu Hamil

Ibu hamil tentunya akan mengalami pembesaran rahim setelah usia kandungannya mencapai batas tertentu. Dilihat dari segi fisik, perut ibu hamil akan semakin membesar ketika usia kandungan semakin tua. Salah satu penyebab dari hipotensi atau darah rendah yang terjadi pada ibu hamil yakni karena adanya tekanan sehingga pembuluh darah juga mengalami pembesaran. Hal ini tentunya akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan pada tekanan darah ibu hamil. Terlebih bagi ibu hamil yang mempunyai posisi tidur terlentang.

2. Aliran Darah Menuju Otak Terbatas

Posisi tidur pada saat hamil dapat menimbulkan dampak tersendiri bagi ibu hamil. Hal ini karena aliran darah yang akan terkumpul pada bagian tertentu saja sehingga otak tidak ter-supply darah secara penuh. Wanita hamil berpotensi mengalami hipotensi postural apabila terjadi pengumpulan darah pada bagian kaki sehingga menyebabkan darah yang seharusnya mengalir ke otak menjadi terbatasi. Kondisi ini dapat terjadi pada ibu hamil ketika beranjak dari duduknya.

Selain itu, posisi ketika ibu hamil beranjak ketika berbaring lama juga berpotensi menyebabkan pengumpulan darah pada bagian tubuh tertentu. Pada umumnya, gejala awal yang dirasakan oleh ibu hamil ketika aliran darah menuju otak terbatasi yakni rasa pusing serta kepala terasa berat. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala hipotensi atau darah rendah pada ibu hamil yakni karena anemia atau kurang darah serta rendahnya kadar gula darah didalam tubuh.

  • Terjadinya dehidrasi

Selama masa kehamilan, tentunya konsumsi air putih harus ditingkatkan. Hal ini guna memasok kebutuhan tubuh akan mineral sehingga ibu hamil tidak mengalami gejala dehidrasi akibat kurang minum air putih. Pada umumnya, batas minimal konsumsi air putih dalam sehari yakni 7 – 8 gelas. Namun bagi ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi air putih diatas batas minimal dalam sehari. Keseimbangan kadar air dan mineral didalam tubuh juga berperan besar dalam menentukan kesehatan ibu hamil

Makanan untuk ibu hamil

Inilah makanan yang cocok untuk penderita darah rendah saat hamil


  • Makanan yang mengandung Vitamin B-12

Vitamin B-12 merupakan Vitamin B-Kompleks yang berperanan dalam sintesis DNA dan produksi sel-sel darah merah. Sumber Vitamin B-12 ada dalam hati sapi, ikan, daging merah, telur
Makanan Kaya Zat untuk meningkatkan anemia dalam darah.
Salah satu buahnya adalah buah naga yang berkhasiat untuk menurunkan kolesterol dalam darah, menyeimbangkan gula darah dan baik untuk sistem peredaran darah. Oleh karenanya buah naga ini baik untuk penderita anemia

  • .Makanan yang mengandung Zat Besi.

Mengonsumsi makanan yang kaya Fe (zat besi) akan dapat mencegah anemia. Fe sangat penting sebagai pembentuk sel darah merah karena sifat zat besi yang mampu mengikat oksigen. Selain itu menjaga seluruh sel tubuh agar terpenuhi kebutuhan oksigen. Fe dalam sumber makanan protein hewani terdapat dalam daging merah dan jeroan. Sayuran yang mengandung Fe adalah kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau (bayam dan kangkung), kismis kering dan kuning telur. Buah-buahan yang mengandung Zat Fe adalah buah Alpukat, Anggur, Semangka, Cerry, Ara, Raspberry, Plum dan Anggur.

  • Makanan yang mengandung Vitamin C.

Buah-buahan kebanyakan mengandung Vitamin C, seperti buah Jeruk, Nanas, Mangga, Jambu Biji, dan Melon. Vitamin-vitamin ini akan membantu penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Buah Jambu biji memiliki kandungan Vitamin C sebanyak 2 kali lebih banyak dari Vitamin C yang ada di buah Jeruk. Dalam jeruk terdapat serat, Asam Folat, dan Antioksidan. Dalam buah Mangga terdapat juga zat antioksidan yang akan memperkuat sistem kekebalan tubuh

  • Makanan Kaya Vitamin B

Kompleks. Buah yang memiliki vitamin B-kompleks sangat penting untuk produksi dan fungsi sel darah merah. Buah-buahan yang bervitamin B-Kompleks ada dalam buah Nanas, Delima, Kurma, Alpukat, dan Pisang. Vitamin B-kompleks bisa membantu dan memproduksi sel darah merah dalam tubuh

  • Makanan yang mengandung Vitamin A.
Klik ini :Nama Obat Darah Tinggi Di Apotik Resep Dokter Agar Cepat Turun
Jenis buah-buahan banyak mengandung beberapa vitamin sekaligus. Vitamin A ada pada buah-buahan seperti, buah Plum, Aprikort, Jeruk, Semangka, Melon, dan Mangga. Buah ini membantu agar zat besi untuk masuk ke dalam haemoglobin untuk mengikat oksigen. Buah-buahan ini bagus untuk kesehatan mata, dan meningkatkan jumlah sel darah merah

  • Tingkatkan mengkonsumsi kacang-kacangan

Bagi ibu hamil yang mengalami hipotensi sangat disarankan untuk mengkonsumsi kacang-kacangan yang kaya akan kandungan zat yang berfungsi meningkatkan tekanan darah didalam tubuh. Perbanyak asupan makanan berupa kacang-kacangan ketika ibu hamil mulai merasakan adanya gejala hipotensi atau rendah. Pada dasarnya makanan dengan jenis kacang-kacangan yang masuk kedalam sistem pencernaan dapat terproses secara perlahan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan tekanan darah. Jenis kacang yang mudah kita temukan yakni kacang panjang, kacang merah dan buncis. Apabila terjadi kebosanan, sebaiknya ibu hamil mengkombinasikan beberapa jenis kacang menjadi suatu makanan olahan yang baru.

Terimkasih telah mengunjungi blog kami semoga bermanfaat ya,, salam sehat untuk para pembaca.
Previous Post
Next Post