Minggu, 14 Mei 2017

Ciri Ciri Batu Ginjal Dan Sudah Sembuh Serta Proses Keluarnya Batu Ginjal

Sebelum kita membahas tentang Ciri Ciri Batu Ginjal Dan Sudah Sembuh Serta Proses Keluarnya Batu Ginjal ada baiknya kita ketahui dulu apa sih penyakit batu ginjal itu? batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.

Ciri Ciri Batu Ginjal Dan Sudah Sembuh Serta Proses Keluarnya Batu Ginjal

Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.
Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Ada Beberapa Macam Penyakit Ginjal Yaitu :

  • Gagal Ginjal

Yang pertama adalah penyakit gagal ginjal Anda mungkin juga sangat tidak asing lagi dengan gangguan pada organ ginjal tersebut. Gagal ginjal akan mengakibatkan hilangnya sebagian dan bahkan keseluruhan fungsi organ ginjal pada tubuh kita. Gagal ginjal tersebut terjadi karena rusaknya tubulus di dalam organ ginjal karena obat-obatan atau larutan organik seperti karbon tetraklorida, aseton serta etilen glikol, dan bersingungan dengan senyawa logam seperti merkuri, timah serta uranium. Gagal ginjal ini juga disebabkan karena penyaket diabetes yang dapat merusak medula atau bagian dalam ginjal serta karena kelebihan garam kalsium yang berada pada organ ginjal tersebut.

  • Batu ginjal.

Selanjutnya adalah Mungkin kata batu ginjal sudah sangat familiar di telinga kita. Batu ginjal di sebabkan karena terkumpulnya mineral dan benda-benda organik pada organ ginjal tersebut. Batu ginjal yang berukuran kecil dapat keluar dari badan dengan sendirinya. Namun batu ginjal yang berukuran lebih besar dapat di atasi dengan cara pembedahan. Beberapa hal dapat memperparah batu ginjal tersebut seperti berkurangnya volume cairan dan bertumpuknya mineral. Sehingga membuat terganggunya keseimbangan yang sempurna antara cairan dan larutan yang ada dalam organ ginjal tersebut.

  • Glomerulonephritis

Glomerulonephritis merupakan salah satu penyakit pada organ ginjal yang sering terjadi pula. Penyakit tersebut di akibatkan karena sistem imun tubuh yang kita miliki lumpuh. Gejala penyakit pada ginjal tersebut yaitu adanya darah dalam urine kita, pembengkakan pada jaringan tubuh serta adanya kandungan protein dalam urine yang mana di sebabkan karena bakteri streptococcal

  • Pyelonephrits

Pyelonephrits merupakan infeksi dan peradangan jaringan pada organ ginjal dan renal pelvis ( yaitu ruang yang terbentuk dari perluasan ujung atas dari ureter tubulus yang mana menyalurkan urin ke kandung kemih). Pyelonephritis ini biasanya disebabkan karena bakteri dan merupakan salah satu kelainan pada organ ginjal yang paling sering terjadi dan juga merupakan salah satu kelainana ginjal yang dapat menjadi kronis serta akut.

Itulah beberapa macam model penyakit pada ginjal, sekarang yang akan kita bahas kali ini adalah :Ciri Ciri Batu Ginjal Dan Sudah Sembuh Serta Proses Keluarnya Batu Ginjal

Ciri Ciri Batu 

.
  1. Nyeri di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam.
  2. Rasa mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih.
  3. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter.
  4. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi.
  5. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan oragan vital ginjal.
  6. Rasa nyeri di perut bagian bawah dan punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat) yang hilang-timbul
Gejala di atas merupakan yang paling umum, tetapi ada juga yang tanpa gejala, selain itu akan mengalami perubahan tempat terjadi dan peningkatan rasa nyeri yang signifikan, maka dari itu harus segera dilakukan penanganan yang tepat sejak dini.

Proses Keluarnya Batu Ginjal



  • Operasi dengan teknik konservatif
Proses Keluarnya Batu Ginjal dari dalam tubuh yang akan kami bahas disini ialah dengan cara operasi. Ada beberapa jenis operasi sekarang ini yang biasa dilakukan untuk mengeluarkan batu ginjal dari dalam tubuh, diantaranya :

Teknik pengeluaran batu ginjal dari dalam tubuh ini biasanya dilakukan untuk mengeluarkan batu ginjal yang masih berukuran kecil yaitu dari 4 sampai 5 mm. Tidak hanya itu, seseorang yang memiliki ginjal yang bagus serta penderita dengan batu ginjal yang tidak menyumbat juga melakukan teknik ini.

Untuk mengeluarkan batu ginjal dengan teknik konservatif ini hanya perlu mengkonsumsi air sebanyak-banyaknya selama 6 minggu. Nantinya, batu ginjal akan keluar dengan sendirinya.

  • Operasi dengan teknik ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)

Teknik ini menggunakan gelombang kejut terfokus pada satu titik batu untuk memecahkan batu menjadi denominasi lebih kecil dan halus (sekitar 1-2 mm) dan air akan keluar bersama dengan urin.

Ciri ciri batu ginjal

Tetapi orang-orang yang melakukan teknik ini harus memiliki fungsi ginjal yang baik, jika batu tidak hancur tidak akan mau keluar dari tubuh. Dan sehubungan dengan komposisi batu yang terbentuk, jika disertakan hard rock maka biasanya membutuhkan lebih dari satu ESWL.

Teknik ini menggunakan peralatan dan prosedur untuk aman dan nyaman modern tanpa penggunaan anestesi dan operasi bekas luka karena gelombang kejut ini berasal dari luar tubuh, dan mengurangi morbiditas.
Pasien dengan teknik ini membutuhkan waktu sampai fragmen batuan benar-benar hilang, biasanya 1-2 bulan setelah ESWL harus mengontrol seperti x-ray untuk melihat apakah itu bersih atau tidak untuk mengurangi tingkat kekambuhan.

  • Operasi dengan teknik PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy)
Teknik ini untuk menghapus batu ginjal yang berukuran besar (lebih dari 20 mm) atau batu berbentuk seperti tanduk (staghorn stone) dengan luka bedah kecil (1-2 cm), Sekitar 84 persen pasien mendapatkan angka batu bersih dari 100 persen melalui satu tindakan.

batu besar ini akan hancur dengan cara semacam logam panjang disertai energi electrohydraulic atau ultrasonik menjadi keripik batu, dan termasuk teknik dengan minimal invasif (cedera minimal).
Teknik ini secara luas diterima sebagai salah satu prosedur yang relatif aman, efektif, nyaman dengan morbiditas (penyakit) yang rendah dalam mengangkat batu, serta periode pemulihan lebih pendek.

Teknik ini dilakukan dengan cara memasukkan alat melalui saluran kencing yang dilengkapi dengan lensa, lalu memasukkan alat kecil untuk memecah batu dan mengeluarkannya menggunakan alat forcep khusus. Teknik ini lebih mudah dilakukan untuk perempuan.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka teknik operasi terbuka (open surgery) sudah jarang dilakukan. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengeluarkan batu seperti batu ginjal yang berukuran besar.

Namun teknik ini memiliki risiko lebih besar terjadinya pendarahan, kerusakan ginjal serta membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama dibanding teknik lainnya.

Tips Untuk Mencegah Penyakit Batu Ginjal


  • Minum Air yang Cukup
Masalah minum dan kadar hidrasi tubuh adalah sebuah keharusan bagi setiap orang. Dan sudah bukan rahasia bahwa memang ketika seseorang terbiasa kurang minum dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko masalah ginjal di kemudian hari. Dan demikian pula bila Anda berhadapan dengan masalah batu ginjal. Anda perlu memastikan asupan minum Anda cukup setiap harinya.

Dengan minum yang cukup, setidaknya 2 liter sehari, maka Anda akan menghasilkan urin yang cukup dengan deras yang memadai untuk bisa membawa endapan-endapan residu yang ada dalam ginjal. Anda bisa mengonsumsi air putih atau menyelingnya dengan kopi, teh, juice buah atau minuman ion tanpa rasa bila memang diinginkan. Selama dalam batas wajar minuman-minuman ini tidak meningkatkan risiko batu ginjal.

Namun minuman bersoda dan jenis minuman lain dengan kandungan pemanis buatan akan meningkatkan risiko batu ginjal berdasarkan ulasan pada jurnal Clinical Journal of America Society of Nephrology tahun 2013 dengan judul “Soda and other beverages and the risk of kidney stones.” Diduga ini karena kandungan asam fosfordi dalamnya yang cukup mudah menjadi konten dari batu ginjal.

  • Jangan berlebihan mengonsumsi suplemen vitamin C
Suplemen vitamin C pada umumnya merupakan bentuk murni vitamin C sebagai asam askorbat. Masalahnya ternyata asam askorbat dalam kadar berlebihan ternyata bisa meningkatkan ekskresi dari oksalat pada urin.

Bahkan dalam temuan lain pada Journal of Nutrition tahun 2005 bertajuk “Ascorbate increases human oxaluria and kidney stone risk” diungkap bahwa vitamin C dalam bentuk suplemen pada umumnya tidak bisa diserap habis oleh tubuh. Sisanya ini rentan berubah menjadi oksalat. Ini menyebabkan mereka dengan kebiasaan mengonsumsi suplemen vitamin C rutin akan mengalami peningkatan masalah batu ginjal hingga 2 kali lipat.

  • Tingkatkan asupan asam sitrat
Sementara Anda diminta bijak dalam mengonsumsi asam askorbat atau vitamin C, Anda justru disarankan untuk meningkatkan asupan asam sitrat bila ingin mencegah batu ginjal. Asam sitrat adalah sejenis asam organik yang lazim Anda temukan pada sejumlah jenis buah dan sayuran. Biasanya menjadi satu bersama dengan asam askorbat organik. Itu sebabnya justru Anda disarankan mengonsumsi sayur dan buah asli ketimbang suplemen.

Asam sitrat justru bekerja melawan batu ginjal. Yakni dengan cara melawan pembentukan batu ginjal dan juga mencegah batu ginjal yang sudah terbentuk bertambah ukuran. Ini berdasarkankan Korean Journal of Urologi tahun 2014 bertajuk “Medical and dietary therapy for kidney stone prevention.”

  • Kurangi Garam
Rupanya ada pengaruh cukup kuat asupan garam dengan pembentukan batu ginjal. Mereka yang biasa mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi cenderung lebih rentan mengalami batu ginjal.
Ini karena sodium, salah satu komponen garam ternyata mempengaruhi peningkatan ekskresi kalsium pada urin yang menjadi salah satu penyebab terjadinya batu ginjal. Ini berdasarkan The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2010 dengan tajuk “Effects of a low-salt diet on idiopathic hypercalciuria in calcium-oxalate stone formers: a 3-mo randomized controlled trial.”
Lihat Juga Ini : Penyebab,Gejala Penyakit Ginjal Bocor Serta Resiko Dan Bayahanya
Anda hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi garam dalam kadar 2300 mg perhari, dan lebih dari kadar ini sebenarnya memang cukup berbahaya, bahkan dapat memicu sejumlah penyakit termasuk hipertensi dan batu ginjal.

  • Tambah asupan magnesium
Magnesium juga berperan penting dalam mencegah batu ginjal. Magnesiumsangat diperlukan dalam pembentukan tulang otot dan pembentukan energi. Dan ketika bekerja pada tulang, maka kinerjanya berpadu dengan kalsium dan oksalat sehingga dengan menambah magnesium semakin banyak oksalat yang tidak lepas dan terlarut dalam urin.

Sejumlah pakar masih mencoba menelisik lebih lanjut bagaiman magnesium bekerja mencegah batu ginjal. Namun faktanya mereka yang rutin mengonsumsi makanan sumber magnesium seperti jamur, alpukat dan kacang-kacangan akan mengalami penurunan risiko penyakit batu ginjal.

  • Konsumsi cukup kalsium
Sementara sebelumnya kami katakan kalsium adalah salah satu komponen paling dominan dari kebanyakan batu ginjal yang ditemukan, rupanya justru Anda tidak disarankan untuk mengurangi asupan kalsium dalam pola makan Anda.

Justru mengonsumsi kalsium dengan cukup sesuai kebutuhan tubuh terbukti mampu mengurangi risiko seseorang mengalami masalah batu ginjal. Hal ini dijelaskan dalam Journal of Urologi tahun 2013 dengan tajuk “Dietary calcium from dairy and nondairy sources, and risk of symptomatic kidney stones.”

Berkat kandungan kalsium yang cukup, maka oksalat akan diikat dalam tubuh dan tulang, kemudian tidak akan masuk ke dalam ginjal dan larut di urin. Sehingga urin akan lebih bersih dari oksalat yang menjadi penyebab utama terjadinya batu ginjal. Bahkan mereka yang sudah pernah mengalami batu ginjal akan mengalami penurunan risiko 50% bila tetap mengonsumsi kalsium antara 400 – 1200 mg perhari.

Sekian Ulasan kami tentang Ciri Ciri Batu Ginjal Dan Sudah Sembuh Serta Proses Keluarnya Batu Ginjal semoga bermanfaat salam dari kami
www.seh4t.com
Previous Post
Next Post

0 komentar: