Sabtu, 27 Mei 2017

Penyebab, Gejala Tbc Pada Anak Serta Penularan Dan Pencegahan Juga Obatnya

Penyebab, Gejala Tbc Pada Anak Serta Penularan Dan Pencegahan Juga Obatnya Penyakit flek pada anak banyak terjadi salah satunya dikarenakan adanya anggota keluarga dewasa penderita TBC, yang tanpa disadari menularkan penyakit tersebut pada Anak. Selain itu juga Masih sering terjadi kesimpangsiuran informasi tentang gejala dan tanda TBC pada anak, baik yg didengar dari masyarakat umum, bahkan petugas kesehatan sendiri.

Penyebab, Gejala Tbc Pada Anak Serta Penularan Dan Pencegahan Juga Obatnya

TBC sulit diteksi salah satunya karena bakteri Tuberculosis berkembang perlahan dengan gejala awal yang tidak jelas. Paling cepat dapat dideteksi sekitar 4 bulan kemudian. Sehingga seringkali kita tidak mengetahui sebenarnya siapa yg jadi penular penyakit tersebut. Perhatikan pula bahwa yang dapat berpotensi menjadi penular adalah orang dewasa. Rata-rata yg sudah berpotensi menularkan kuman tersebut adalah berkisar 14 tahun keatas.
Penyakit TBC bisa menyebabkan kematian jika tidak mendapatkan perawatan. Namun karena gejala yang sering tidak jelas maka TBC biasanya baru diketahui setelah beberapa lama. Berikut ini adalah beberapa gejala TBC pada anak yang paling mudah ditandai

Gejala serta Penyebab Penyakit Tbc Pada Anak

  • Batuk
Batuk menjadi gejala TBC yang paling sering terjadi pada anak-anak. Batuk akibat TBC bisa berbeda dengan jenis batuk akibat flu, pilek atau masuk angin pada anak-anak. Batuk TBC bisa terjadi karena bakteri sudah menyebabkan infeksi pada bagian paru-paru anak. Kemudian batuk biasanya memiliki karakter yang basah dan bertahan lebih dari 21 hari. Ini berbeda dengan batuk yang sering terjadi pada anak atau bayi yang pilek yang mudah diobati dengan obat pilek bayi dan cara mengatasi pilek pada bayi.
  • Berat badan terus menurun
Anak dengan TBC juga bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis. Meskipun anak makan dengan baik namun tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. Bakteri yang sudah menyerang tubuh anak menyebabkan anak tidak bisa menerima nutrisi dengan baik. Jika terjadi pada anak-anak dibawah umur lima tahun maka bisa menyebabkan tubuh anak sangat kurus, kemungkinan kurang gizi, dan kegagalan pertumbuhan. Bahkan setelah diobati maka pertumbuhan anak masih sangat sulit untuk kembali seperti semula
  • Tidak Nafsu Makan
Anak yang terkena TBC juga bisa mengalami hal yang tidak menyenangkan pada pencernaan. Kemudian mereka menjadi tidak nafsu makan. Atau bahkan sama sekali tidak mau minum susu. Hal ini sering disebabkan karena tubuh tidak nyaman, sakit dan perasaan tidak lapar secara terus menerus. Jika terus terjadi seperti ini maka anak menjadi sangat lemah dan juga berat badan menurun dengan cepat. Ketika ada gejala seperti ini maka bisa dilakukan dengan cara mengatasi anak susah makan dan diberikan vitamin untuk anak susah makan.
  • Keluar Keringat Dingin Pada Malam Hari
Penyakit TBC yang menyerang anak-anak bisa menyebabkan keluar keringat dingin pada malam hari. Kondisi ini bisa terjadi saat anak sedang demam atau tidak demam sama sekali. Keringat dingin pada malam hari disebabkan karena infeksi dan perubahan sistem dalam tubuh anak. Gejala ini sering diabaikan karena anak pada umumnya akan terlihat biasa pada siang hari.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Pada Anak
Gangguan sistem metabolisme dalam tubuh anak menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar pada tubuh anak. Kelenjar memiliki fungsi untuk menangkal semua sumber infeksi termasuk bakteri. Kemudian mereka bekerja keras ketika ada infeksi dengan membuat sel darah putih dalam tubuh menjadi lebih tinggi. karena kelenjar bekerja secara aktif maka bisa menyebabkan pembengkakan. Bengkak pada kelenjar dibagian tenggorokan bisa membuat anak sulit untuk makan dan minum dengan baik.
  • Nafas si Anak Sesak
Karena kondisi batuk persisten yang sangat parah maka bisa menyebabkan anak-anak mengalami gangguan pernafasan. Hal ini sering ditandai dengan anak yang sulit untuk bernafas dengan baik. Sesak nafas ini menyebabkan anak kehilangan sistem yang baik dalam tubuh termasuk kekurangan oksigen. Hal ini bisa berpengaruh untuk semua sistem tubuh sehingga anak menjadi lebih lemah. Kemudian bisa dicurigai terjadi infeksi yang lebih buruk pada sistem pernafasan anak.
  • Anak Menjadi Lemah
TBC bisa menyebabkan tubuh anak menjadi sangat lemah. Biasanya disertai dengan tubuh anak yang mudah lesu, tidak bersemangat dan juga tidak senang bermain. Ini berbeda dengan anak yang sehat dan sangat aktif untuk bermain atau belajar. Gejala awal ini bisa disertai dengan batuk atau tidak, namun biasanya bakteri sudah menyebabkan infeksi lama pada tubuh anak.

Gejala yang cukup khas untuk dikenali pada kasus TBC anak adalah adanya batu kronis dan berulang. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma. Selanjutnya terjadi diare yang berulang pada anak juga menjadi salah satu pertanda bahwa anak terkena TBC.

Namun untuk lebih memastikan apakah benar anak terkena TBC atau penyakit lain adalah dengan melakukan tes laboratorium. Akan tetapi tetap harus kenali gejala TBC pada anak untuk dapat dilakukan antisipasi berikut penanganan secara tepat terhadap penyakit yang diderita oleh anak. Dan yang paling utama jangan lupa untuk melakukan imunisasi BCG yang merupakan salah satu upaya mencegah infeksi bakteri tuberculosis.

  • Bahaya TBC Pada Anak

Anak yang terkena TBC, meskipun bisa menularkan dengan mudah tetapi tingkat penularannya tidak seperti pada orang dewasa. Penularannya bisa melalui mainan atau makanan yang sudah dikonsumsi anak sebelumnya. Oleh karena itu, anak yang punya penyakit ini harus benar-benar dijaga kebersihannya. TBC sangat berbahaya bagi anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Apalagi bila anak tersebut memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Ada dua tahapan penyakit TBC, yaitu yang terkena infeksi bakteri TB di dalam tubuh tetapi tidak menjadi sakit dan yang terkena infeksi bakteri TB aktif dan menjadi sakit karenanya. Ketika anak terinfeksi bakteri ini, artinya anak tertular bakteri ini dari orang dewasa yang memiliki infeksi TB aktif. Kebanyakan orang yang terkena infeksi seperti ini tidak sadar tidak sadar telah terinfeksi karena mereka sendiri tidak merasakan sakit.

Orang yang terkena infeksi TB saja tidak menularkan penyakit ini pada orang lain dan tidak membahayakan orang lain. Untuk mendeteksi infeksi ini hanya bisa dilakukan melalui tes kulit TB. Suntikan kecil akan dimasukkan ke bagian lengan untuk melihat adanya bakteri ini di dalam tubuh. Orang yang terinfeksi akan mengalami pembengkakan di bekas suntikan tadi. Hasil pastinya baru akan terlihat dalam waktu sehari atau dua hari kemudian.

Anak-anak adalah orang yang cukup rentan terhadap banyak penyakit termasuk TB ini. Aktifitasnya yang aktif seringkali menyebabkan anak tidak bisa memelihara kesehatan tubuhnya sendiri. Orangtualah yang harus bisa memonitor semua kegiatan dan kesehatan anaknya sehingga mereka memiliki daya tahan yang kuat dan bisa berperang melawan berbagai penyakit. Setidaknya cukup kuat untuk bertahan.

2 Cara Penularan TBC Secara Umum


  • 1. Melalui Cairan
Udara saja tampaknya belum cukup karena gejala TBC paru juga bisa terjadi melalui penularan dan penyebaran lewat cairan maupun sentuhan. Meludah adalah salah satu contohnya, tak hanya melalui udara, apabila sampai seseorang terkena ludah dari penderita TBC maka tentunya bakal lebih mudah terinfeksi.

Aktivitas seperti berciuman dengan penderita TBC juga akan menyebabkan infeksi virus menyerang dengan lebih gampang. Contoh-contoh lainnya yang perlu Anda hindari dan waspadai adalah makan menggunakan peralatan yang sama dengan yang dipakai oleh penderita TBC, minum memakai gelas yang sama, berhubungan intim serta menyikat gigi memakai sikat gigi yang sama.

Penularan kuman TBC akan dengan mudah terjadi apabila aktivitas-aktivitas tersebut kita lakukan. Jadi meski sudah menjauhi penderitanya agar tidak menghirup udara yang sama, Anda juga masih perlu untuk menghindari serangkaian kegiatan di atas supaya meminimalisir potensi penyebaran virus dan penularannya. Orang-orang yang berada di sekitar penderita TBC sebaiknya memang lebih ekstra hati-hati.

Baik itu keluarga maupun teman, bercengkerama dengan penderita TBC bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Bila ingin tahu bagaimana cara mencegah TBC, maka jalan satu-satunya adalah dengan tidak begitu dekat dengan para penderitanya apalagi memakai barang yang sama. Terlebih lagi, bila pasangan suami/istrilah yang menderita TBC, jangan dulu melakukan hubungan intim.

  • 2. Melalui Udara
Penularan dan penyebaran Tuberkulosis diketahui melalui udara dan itulah mengapa penularannya tergolong sangat mudah. Ketika kita menghirup udara yang sama dengan pendeirta TBC aktif, maka kita pun dapat tertular secara instan. Potensi tertular pun menjadi lebih tinggi ketika daya tahan tubuh kita tak begitu kuat.

Ketika penderita TBC berbicara kepada kita, atau batuk, bersin serta meludah di dekat kita, hal ini bisa sangat membahayakan bagi tubuh kita. Meski tak semua orang yang berada di dekat penderita TBC serta menghirup udara yang sama dan sudah tercemar bakteri pasti terserang TBC, tetaplah waspada akan hal ini, terutama ketika daya tahan tubuh tengah lemah.

Orang-orang dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah akan lebih mudah terserang virus serta bakteri, maka akan sangat mudah bagi mereka untuk tertular bila berada di tempat yang sama dengan penderita TBC. Sama halnya dengan orang-orang dengan masalah kekurangan gizi. Faktor lainnya yang mampu meningkatkan risiko tersebut adalah adanya lingkungan yang kurang sehat.

Lingkungan yang kurang baik bakal memberikan dampak negatif bagi orang-orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun sehingga terkena infeksi Mycobacterium tuberculosa secara lebih mudah. Kuman tersebut merupakan penyebab infeksi TBC dan sudah ada pembuktiannya dengan kultur konfirmatori.

Bersin, batuk dan juga bicara adalah sarana untuk menularkan bakteri lewat udara, ditambah juga dengan meludah (khususnya jika seorang penderita TBC melakukannya di dekat kita). Bahkan menyanyi pun adalah aktivitas yang ternyata bisa juga menjadi proses penularan bakteri penyakit TBC ini. Ini karena diketahui bahwa pada aktivitas-aktivitas tersebut, titis-titis aerosol infeksius akan tersemprotkan dari sang penderita.

Diameternya pun adalah 0.5 sampai 5 ┬Ám dan saat terjadi bersin, ada partikel-partikel berukuran kecil yang jumlahnya dapat mencapai 40 ribu titis. Penyakit TBC dapat ditularkan oleh setiap titis yang tersemprotkan dikarenakan rendahnya dosis infeksius penyakit ini. Itulah alasan mengapa seseorang yang tak sengaja menghirup 10 bakteri ke bawah pun dapat terinfeksi secara langsung.

Penting juga untuk mengetahui apa saja faktor yang bisa menjadi penentu seseorang tertular TBC sehingga kita bisa lebih mewaspadai hal ini. Berikut adalah beberapa faktor yang dimaksud karena sebetulnya penularan TBC pada beberapa kasus juga tak serta merta langsung terjadi pada seseorang sehabis berkomunikasi atau berada di dekat penderita TBC.
Lihat Juga Ini :Obat Batuk Kering Untuk Anak Usia 2 Tahun-4 Tahun Keatas Yang Bagus

Obat Herbal Penyakit Tbc Pada Anak


  • ACE MAXS
Penyebab, Gejala Tbc Pada Anak Serta Penularan Dan Pencegahan Juga Obatnya
Ace Maxs
Rekomendasi untuk mengobati tb paru pada anak secara tuntas dan alami bisa Anda gabungkan dengan obat herbal tb paru pada anak dari ACE MAXS, selain anak konsumsi obat dari dokter Anda bisa mencoba pengobatan dengan mengkonsumsi ACE MAXS yang terbukti sangat ampuh aman serta alami sebagai obat herbal tb paru anak. Dikatakan aman dikonsumsi oleh anak karena ACE MAXS berasal dari bahan-bahan herbal dan alami yang sudah dipastikan keamanan dan khasiatnnya untuk mengobati tb paru dan flek paru secara tuntas.

Sekian Info tentang Penyebab, Gejala Tbc Pada Anak Serta Penularan Dan Pencegahan Juga Obatnya Semoga Bermanfaat ya,, Salam dari kami www.seh4t.com
Previous Post
Next Post

0 komentar: