Sabtu, 10 Juni 2017

Tanda Dan Gejala Campak Pada Anak Balita Dan Penanganannya

Campak yang terkenal dengan rubeola, merupakan infeksi virus pada sistem pernapasan. Campak sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui lendir atau air liur penderita melalui batuk serta bersin. Campak dan menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak bila tak segera ditangani. Menurut data WHO, campak menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak di tahun 2010. Dari 139.300 kematian global terkait penyakit campak, sebagian besar korban adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun. Oleh karena itu perlu kitamengetahui akan Tanda Dan Gejala Campak Pada Anak Balita Dan Penanganannya.

Campak Pada Bayi


Siapapun akan dapat terkena/beresiko akan penyakit campak ini baik pada anak-anak ataupun orang dewasa. Walau jumlah kasus campak telah menurun secara signifikan dalam beberapa dekade akibat imunisasi. Namun, penyakit ini belum benar-benar dihilangkan. Campak umumnya terjadi pada anak-anak yang tidak divaksinasi. Sebagian orang tua memilih untuk tidak memvaksinasi anak-anak mereka karena takut bahwa vaksin akan memberikan efek buruk. Padahal, sebagian besar anak-anak dan orang dewasa yang menerima vaksin campak tidak mengalami efek samping.

Dan dibawah ini mereka yang rentan terhadap campak adalah:
  • Bayi berumur lebih dari 1 tahun
  • Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
  • Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.


Hanya saja, untuk kasus yang sangat jarang terjadi, vaksin telah dikaitkan dengan kejang, tuli, kerusakan otak, dan koma. Beberapa orang tua bahkan percaya bahwa vaksin campak dapat menyebabkan autisme pada anak-anak. Namun, belum ada penelitian yang benar-benar menemukan hubungan antara autisme dan imunisasi. Selain itu, kekurangan vitamin A juga bisa menambah risiko terjangkitnya penyakit campak. Anak-anak yang terlalu sedikit mengasup vitamin A memiliki risiko lebih tinggi.

Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. Penyebab Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam.

Campak disebabkan oleh paramiksovirus (virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Virus campak ditularkan lewat infeksi droplet lewat udara, menempel dan berbiak pada epitel nasofaring.

. Gejala Campak


Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak pada anak balita mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Gejala tersebut di antaranya adalah:
  • Demam.
  • Mata merah.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan.
  • Tanda-tanda seperti pilek (misalnya radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat).

Bercak atau ruam berwarna merah-kecokelatan akan muncul di kulit setelah beberapa hari kemudian. Urutan kemunculan bercak ini diawali dari bagian belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.

Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat jika mencurigai Anda atau anak Anda menderita campak. Diagnosis campak bisa dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Tapi untuk memastikan diagnosis campak, sampel air liur dan darah diambil untuk tes.

Penyakit ini disebut juga rubeola atau campak merah. Telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman).


. Penyakit Yang Menyerupai


  1. DBD. Pada awal perjalanan penyakit DBD pada hari ke 1-4 kadang juga disertai bercak kemerahan yang mirip campak. Bercak merah ini biasanya akan hilang setelah hari ke 5-7. Manifestasi ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.
  2. Exantema Subitum. Kelainan yang disebabkan karena infeksi virus inilah yang paling sering terjadi yang sering dianggap campak. Pada kelainan ini biasanya demam 1-3 hari setelah demam hilang baru timbul bercak kemerahan diseluruh tubuh yang mirip campak. Setelah timbul dalam 2-3 hari akan hilang tidak membekas. Bedanya pada campak bercak merah timbul demam masih terjadi, seminggu setelah itu timbul bekas kehitaman pada bercak merah yang ada. Kelainan ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.
  3. Infeksi Mononukleoss. Mononukleosis Infeksiosa adalah penyakit yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr, salah satu dari virus herpes. Setelah menyususp ke dalam sel-sel di Hidung dan tenggorokan, virus ini akan menyebar ke limfosit B (sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap pembentukan antibodi). Infeksi virus Epstein-Barr sering terjadi dan bisa menyerang anak-anak, remaja dan dewasa.
  4. Rubela. Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Penyakit ini sering ringan dan serangan sering berlalu tanpa diketahui. Penyakit ini bisa berlangsung satu sampai tiga hari. Anak-anak sembuh lebih cepat daripada orang dewasa. Infeksi dari ibu oleh virus Rubella saat hamil bisa serius, jika ibu terinfeksi dalam 20 minggu pertama kehamilan, anak bisa lahir dengan sindrom rubella bawaan (CRS), yang memerlukan berbagai penyakit tak tersembuhkan yang serius. Aborsi spontan terjadi pada hingga 20% kasus. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan berisiko cacat.
  5. Penyakit Kawasaki. Penyakit ini juga dikenal sebagai sindrom kelenjar getah bening, penyakit simpul mukokutan, poliarteritis kekanak-kanakan. Sindrom Kawasaki adalah penyakit, sebagian besar bayi, yang mempengaruhi banyak organ, termasuk kulit, selaput lendir, kelenjar getah bening, dan dinding pembuluh darah, tetapi efek yang paling serius adalah pada jantung mana ia dapat menyebabkan dilasi aneurismal parah.
  6. Erupsi. Obat Erupsi obat alergi atau allergic drug eruption adalah reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat dengan cara sistemik. Pada pemeriksaan fisik, hampir di seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret. Pengobatannya dengan terapi sistemik berupa kortikosteroid dan antihistamin dan topikal.

. Penyebaran Virus Campak


Disaat seseorang menderita campak, virus campak terdapat di dalam percikan cairan yang dikeluarkan saat mereka bersin dan batuk. Virus campak akan menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan ini. Virus campak bisa bertahan di permukaan selama beberapa jam dam bisa bertahan menempel pada benda-benda lain. Saat kita menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak lalu menempelkan tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi. Campak lebih sering menimpa balita. Tapi pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus ini, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi campak.

. Pengobatan Campak


Sampai saat Belum ada obat untuk mengobati campak. Virus dan gejala biasanya hilang dalam waktu dua sampai tiga minggu. Namun, dokter bisanya akan merekomendasikan obat untuk meredakan gejalanya.

Sistem kekebalan tubuh manusia secara alami akan melawan infeksi virus ini. Tapi jika komplikasi terjadi atau infeksi campak menjadi sangat parah, perawatan di rumah sakit kemungkinan akan sangat dibutuhkan.

Setelah diketahui Tanda Dan Gejala Campak Pada Anak Balita Dan Penanganannya. Untuk mempercepat proses pemulihan, terdapat beberapa hal yang bisa membantu:
  1. Beristirahat
  2. Minum air kelapa muda
  3. Gunakan humidifier untuk melegakan tenggorokan
  4. Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi
  5. Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya
  6. Minum obat penurun demam dan pereda sakit. Jangan berikan aspirin jika anak Anda berusia kurang dari 16 tahun
  7. Mengasup vitamin A
  8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C

Buah-Buahan Dengan Kandungan Vitamin C



. Komplikasi Campak


Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
  1. Diare dapat diikuti dehidrasi
  2. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah (otitis media)
  3. Bronkopneumonia
  4. Reaktifasi tuberkulosis
  5. Laringotrakeobronkitis (croup)
  6. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
  7. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.
  8. Campak menjadi berat pada pasien dengan gizi buruk dan anak yang lebih kecil
  9. Malnutrisi pasca serangan campak
  10. Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), suatu proses degeneratif susunan syaraf pusat dengan gejala karakteristik terjadi deteriorisasi tingkah laku dan intelektual, diikuti kejang. Disebabkan oleh infeksi virus yang menetap, timbul beberapa tahun setelah infeksi merupakan salah satu komplikasi campak onset lambat.

. Cara mencegah Campak


Imunisasi dapat membantu mencegah wabah campak. Vaksin MMR adalah vaksinasi yang dapat melindungi Anda dan anak-anak dari penyakit campak, gondok, dan rubella.

Anak-anak dapat menerima vaksinasi MMR pertama pada usia 12 bulan (atau lebih cepat jika bepergian internasional), dan vaksin lanjutan pada antara usia 4 dan 6 tahun.

Orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi dapat meminta vaksin dari dokter. Jika Anda atau anggota keluarga terkena virus campak, batasi interaksi dengan orang lain. Setelah Anda terkena campak, Anda punya kekebalan seumur hidup.

Baca Juga:
Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi Baru Lahir 0 Bulan
Penyebab Bayi Sering Cegukan Setelah Minum Asi Dan Tertawa


Sekian artikel ini kami akhiri semoga dapat bermanfaat dan kami mengharapkan anda dapat memaklumi akan kekurangan dan juga kesalahan yang terdapat didalamnnya. Salam sehat dari kami www.seh4t.com terima kasih.
Previous Post
Next Post

0 komentar: