Senin, 26 Juni 2017

Penyebab Penyakit Campak Dan Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh

Penyakit Campak

Penyakit Campak


Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramixovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Maka sangat disarankan bagi pengidap penyakit campak agar memakai maskeur untuk mencegah penularan terhadap orang lain

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya biasanya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Maka dalam kesempatan kali ini kita akan membahas akan Penyebab Penyakit Campak Dan Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh untuk menambah wawasan dan agar kita bisa menyikapi penyakit campak ini dengan tepat.

Penderita Campak di Indonesia


Program imunisasi campak di Indonesia yang digalakan oleh pemerintah dimulai pada tahun 1982. Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2015, Indonesia memiliki cakupan imunisasi campak kategori sedang di Asia Tenggara, yakni 84%. Indonesia berkomitmen untuk mencapai angka cakupan imunisasi campak sebesar 95% pada akhir tahun 2020. Hal ini dikarenakan penyakit campak termasuk dalam 10 besar penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia.

Data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa angka kejadian campak telah menurun signifikan dari total 18.488 kasus pada akhir 2007 menjadi 8.185 kasus pada tahun 2015. Meski mengalami penurunan yang berarti, cakupan imunisasi campak tetap perlu diperluas hingga ke seluruh daerah di Indonesia, guna mencapai target Indonesia Bebas Campak pada tahun 2020.

Penyebaran Virus Campak


Perlu diketahui bagi penderita campak, virus campak ada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan saat mereka bersin dan batuk. Virus campak akan menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan ini.

Virus campak bisa bertahan di permukaan selama beberapa jam dam bisa bertahan menempel pada benda-benda lain. Saat kita menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak lalu menempelkan tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

Campak lebih sering menimpa balita. Tapi pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus ini, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi penyakit campak.

Penyebab


Campak, rubeola (bukan rubella=campak Jerman), atau measles (di beberapa daerah disebut juga sebagai tampek, dabaken atau morbili) adalah penyakit infeksi yang menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kisaran 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: - bayi berumur lebih dari 1 tahun - bayi yang tidak mendapatkan imunisasi - remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala


Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:
  • Panas badan
  • Nyeri ototBatuk ( Cough )
  • Nyeri tenggorokan
  • Pilek Coryza
  • Bercak Koplik
  • Mata merah ( conjuctivitis )

2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala di atas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan kaki, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Komplikasi


Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:

Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga penderita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
Ensefalitis (infeksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

Diagnosa


Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.

Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:
  • Pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi
  • Pemeriksaan Ig M anti campak

Pemeriksaan komplikasi campak :
  • Enteritis
  • Ensephalopati
  • Bronkopneumoni

Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh


http://www.seh4t.com/2017/06/penyakit-campak.html

Sebagaimana halnya beberapa penyakit tertentu, maka penyakit campak juga memiliki epidemiologinya sendiri. Berikut ini epidemiologi dari campak yang memiliki 4 fase, yaitu :
  1. Fase Inkubasi, fase ini berlangsung selama 10-12 hari dan gejalanya pun masih sulit untuk dideteksi. Namun demikian, mulai terjadi keluhan demam ringan dan bercak merah (ruam) masih juga belum terlihat.
  2. Fase Prodromal, pada fase ini mulai muncul batuk, pilek, demam, mata kemerahan dan berair. Pada fase ini pula kadang juga disertai dengan diare dan suhu tubuh mengalami peningkatan yang drastic, hingga mencapai 38-40C.
  3. Fase Makulopapuler, yaitu fase dimana bercak-bercak merah (ruam) mulai keluar/kelihatan dengan disertai demam meninggi.
  4. Fase Pemulihan, fase ini terjadi setelah bercak merah (ruam) keluar dan demam berangsur menurun. Ruam yang keluar tersebut dalam beberapa hari kemudian berubah kehitaman lalu kemudian mengelupas. Secara umum, waktu yang diperlukan oleh penderita untuk benar-benar sembuh dari campak membutuhkan 1 hingga 2 minggu.

Adapun perlakuan yang dapat diberikan pada penderita campak yang beruam adalah tetap direkomendasikan agar mandi dengan menggunakan air hangat. Sedangkan pada bayi pun dapat diseka dengan air hangat pula. Tidak disarankan untuk menggunakan air dingin karena dikhawatirkan akan menurunkan daya tahan tubuh.

Dan dalam penggunaan sabun sebagai pembersih kulit, maka disarankan untuk penderita penyakit campak ini agar menggunakan sabun bayi dan bukanlan sabun antiseptik. Mengapa demikian? Karena penggunaan sabun antiseptik berpotensi membuat kulit kering serta tidak akan membantu menghilangkan ruam tersebut. Seperti diketahui bahwa ruam yang terjadi pada penderita campak disebabkan oleh virus dalam darah dan nasofaring, sedangkan ruam pada alergi terjadi pada jaringan kulit.

Disarankan setelah mandi untuk segera mengeringkan badan, serta diupayakan untuk tidak terkena angin. Meski secara umum ruam ini tidak menimbulkan gatal pada penderitanya, namun bila diperlukan dapat diberikan bedak salicyl.

Tiga hari hingga satu atau dua minggu setelah kemunculannya yaitu pada fase pemulihan, ruam ini akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya. Masa pemulihan tersebut bergantung daya tahan tubuh yang dimiliki si penderita. Namun seiring hilangnya ruam tersebut, kulit akan berubah menjadi agak kehitaman serta mengelupas (hiperpigmentasi). Namun kita tidak perlu cemas, karena ruam akibat penyakit campak tidak akan berbekas seperti halnya ruam akibat cacat air. Setelah masa 1 hingga 2 minggu kulit kita akan kembali mulus seperti sedia kala. Oleh karena itu perlu bagi kita mengetahui akan Penyebab Penyakit Campak Dan Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh agar terhindar dari efek yang lebih berat dan mengetahui bagai mana menyikapi penyakit yang satu ini.

Baca Juga;
ciri ciri campak pada anak bayi 1 tahun dan ciri2 akan sembuh
obat sakit campak pada anak 3 tahun dan pantangannya


Sekian artikel ini kami akhiri semoga dapat bermanfaat dan kami berharap agar anda dapat memaklumi akan kekurangan dan kesalahan yang terdapat didalamnya. Salam sehat dari kami www.seh4t.com terima kasih.
Previous Post
Next Post

0 komentar: