Minggu, 23 Juli 2017

Cara Imunisasi Campak, Manfaat Dan Efek Imunisasi Campak Pada Bayi

Imunisasi campak.  Merupakan suatu proses memasukkan virus campak yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh guna merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi atau kekebalan terhadap penyakit campak. Jadi manfaat imunisasi campak pada bayi sangatlah penting karena campak dapat menular dengan mudah.  Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya biasanya dia akan kebal terhadap penyakit ini.
imunisasi campak
Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan alamiah campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia khususnya setelah usia 9 bulan, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Apalagi penyakit campak mudah menular, dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah gampang sekali terserang penyakit yang disebabkan virus Morbili ini. Untungnya campak hanya diderita sekali seumur hidup. Bila seseorang anak terkena campak, setelah itu biasanya tak akan terkena lagi. Penyakit Campak (measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golonganParamixovirus.

  • Manfaat Imunisasi campak
Manfaat imunisasi campak pada anak yaitu untuk mencegah ataupun menghindari terjadinya penyakit campak. Meskipun campak merupakan penyakit yang terjadi satu kali seumur hidup. Namun jika penyakit ini jika tidak di tangani sangatlah berbahaya. Dimana dapat beresiko kematian. Dampak tersebut akan terjadi setelah penyakit campak mengkomplikasi lainnya. Seperti radang paru-paru, radang otak dan jenis masih banyak lagi lainnya. Nah maka dari itulah mengapa imunisasi pada bayi sangat penting untuk dilakukan.

Lihat ini : Nama Virus Penyebab Campak Pada Orang Dewasa Dan Cara Mengatasinya


  • Jenis-jenis imunisasi campak.
1. Imunisasi DPT
Diberikan dalam rangka dan bermanfaat untuk pencegahan terjadinya penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pernafasan, serta mengeluarkan racun yang dapat melemahkan otot jantung. Penyakit Pertusis yang dalam kondisi berat bisa menyebabkan terjadinya pneumonia.

Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan bernafas. Kalau penyakit campak berat dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau bisa menyerang otak.

2. Imunisasi Campak
Tujuan pemberian imunisasi campak ini adalah mencegah penyakit campak. Pemberiannya hanya sekali saja yaitu pada saat anak berusia 9 bulan. Pemberiannya dapat diulang pada saat anak masuk SD atau mengikuti program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang dicanangkan pemerintah.

3. Imunisasi Hepatitis B
Pemberian vaksinasi hepatitis B ini berguna serta bermanfaat dalam rangka untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati dan bila hal itu terus terjadi sampai si anak dewasa akan bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker hati.

4. Imunisasi BCG
Pemberian vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin) dan juga imunisasi BCG ini bermanfaat dan berguna dalam rangka untuk mencegah timbulnya penyakit TBC. Dilakukan sekali pada bayi dengan sebelum usia 3 bulan. Biasanya dilakukan bila bayi berusia 1 bulan.
Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan dan belum mendapat imunisasi BCG maka harus dilakukan uji tuberkulin untuk mengetahui apakah bayi sudah terpapar bakteri TBC. Imunisasi bisa diberikan bila hasil tes tuberkulin negatif.

5. Imunisasi Polio
Ini adalah jenis vaksinasi yang pemberiannya melalui oral (mulut) dan manfaat imunisasi polio ini untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi berusia 1 sampai 4 bulan.

Lihat juga ini : Obat Sariawan Untuk Bayi Untuk Bayi 1 Tahun Yang Aman
  • Efek Samping  Imunisasi Campak
Umumnya tidak ada efek samping dan relatif aman. Pada beberapa anak, bisa menyebabkan demam dan diare, namun kasusnya sangat kecil. Biasanya demam berlangsung seminggu. Kadang juga terdapat efek kemerahan mirip campak selama 3 hari.

Efek samping campak diantaranya adalah demam tinggi, yang terjadi setelah 8-10 hari setelah vaksinasi dan berlangsung 24-48 jam (insidens sekitar 2%), ruam atau bercak-bercak merah selama sekitar 1-2 hari (insidens 2%). Efek samping ynag lebih berat, seperti ensefalitis (radang otak), sangat jarang terjadi, kurang dari 1 setiap 1-3 juta dosis yang diberikan.

Pada penderita alergi tidak terbukti berbahaya dan harus dihindari. Karena vaksin campak tidak mengandung protein telu seperti yang selama ini banyak dibicarakan. tetapi memang dalam proses pembuatannya dibiakkan dia tas media putih telor tetapi dalam hasil akhirnya tidak mengandung partikel telor.

  • PENCEGAHAN CAMPAK
Pencegahan penyakit campak yang paling efektif yaitu dengan cara pemberian imunisasi. Campak memang hanya menulari satu kali seumur hidup. Namun penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kematian.

Penyakit campak yang bisa menyebabkan kematian yaitu apabila telah terjadi komplikasi, misalnya radang paru-paru dan radang otak. Bagi anak yang daya tahan tubuhnya sangat baik, bisa tidak pernah tertular penyakit campak.

Terima kasih anda sudah meluangkan waktunya sebentar untuk mengunjungi blog kami semoga artikel ini bermanfaat salam www.seh4t.com
Previous Post
Next Post

0 komentar: